Tuesday, March 14, 2006

 

Carel Reyniersz (1650 – 1653)

Carel Reyniersz

Carel Reyniersz lahir pada tahun 1604 (ada sumber yang bilang tahun 1602) di Amsterdam. Tanggal lahir Reyniersz tidak diketahui, tetapi pembaptisannya adalah tanggal 26 Agustus. Reyniersz berasal dari daerah Selatan Belanda dengan orang tua bernama Dirck Reyniersz dan Suzanna de Beaulteu. Reyniersz bergabung dengan VOC saat usianya yang masih muda, dan pada tahun 1627 dengan pangkat sebagai opperkoopman, dia pergi ke Koromandel (suatu daerah yang terletak di sebelah tenggara India, sekarang masuk ke dalam wilayah Tamil Nadu dan Andra Pradesh. Belanda membangun pos di kota Pulicat dan Sadras) dan pada tanggal 5 September 1635 diangkat menjadi Gubernur di tempat itu tepatnya di provinsi Karnatika. Reyniersz menjabat gubernur hingga tahun 1636, karena dituduh melakukan penggelapan dan digantikan oleh Marten Ijsbrants. Kemudian Reyniersz pergi ke Hindia (Indonesia) dan menjadi anggota konsul kehormatan di Batavia, dan diangkat menjadi anggota konsul tetap pada tahun 1638. Pada tanggal 4 Januari 1639, Reyniersz menjadi admiral armada VOC ke Belanda, pemerintahan VOC di Batavia memberinya penghargaan “om syne goede diensten” untuk pengabdiannya selama menjadi konsul, dan diberi tunjangan sebesar f2400. Dengan tunjangan sedemikian besar, Reyniersz menjadi pedagang di Amsterdam. Tetapi karirnya sebagai pedagang tidak sukses, perusahaannya merugi dan nyaris bangkrut. Akhirnya pada tanggal 24 April 1645, Reyniersz kembali ke Hindia dengan menumpang kapal Salamander. Reyniersz tiba di Batavia tanggal 3 Desember 1645 dan pada tahun 1646 kembali menjadi anggota konsul Hinda.
Selama menjadi konsul, Reyniersz mengusulkan beberapa kebijakan baru, diantaranya adalah bagaimana menyingkirkan para kompetitor-nya, melakukan pembasmian terhadap perdagangan diluar VOC termasuk juga melakukan pengurangan kuota produksi cengkeh dengan cara membakar dan menebang pohon-pohon cengkeh usia produktif. Reyniersz meminta kebijakan ini dilakukan dengan tegas, termasuk dengan menumpas pemberontakan di Seram Barat, dimana penduduk setempat menolak untuk memusnahkan ladangnya. Pemberontakan ini berlangsung lama dan baru bisa dipadamkan pada tahun 1658
Empat tahun kemudian Gubernur Jenderal Cornelis van der Lijn diberhentikan dengan hormat oleh Heeren XVII dan pada tanggal 26 April 1650, Carel Reyniersz diangkat sebagai Gubernur Jenderal. Selama pemerintahannya, Reyniersz berusaha memperluas pengaruh VOC di Indonesia timur dan Jawa, seperti mengintervensi Kerajaan Ternate dengan mengangkat Sultan Mandarsyah yang cenderung lebih kooperatif dengan VOC, akibatnya terjadi perang saudara di Ternate. Kemudian dengan persetujuan Amangkurat I dari Mataram, Reyniersz mendirikan Pos perdagangan di Jepara pada tahun 1651. Pada tahun yang sama juga, VOC berhasil mengusir Portugis dari Kupang, Timor Barat sehingga Portugis memindahkan posnya di Lifau, Timor Timur.
Peristiwa lainnya adalah, pada tahun 1651 pos VOC tertua di Malaya dihancurkan oleh penduduk setempat tanpa ada perlawanan berarti. Dan pada tahun 1652 Reyniersz memaksa Sultan Mandarsyah untuk menandatangani persetujuan untuk tidak menanam cengkeh di Ternate, dan pelaksanaannya diawasi ketat oleh tentara VOC, sementara itu sejumlah ladang cengkeh di pulau Buru dihancurkan. Sementara untuk urusan kota Batavia, Reyniersz merupakan salah satu pionir atau pencetus pendirian Gereja Portugis di luar Benteng, walaupun Gereja ini baru didirikan setelah tahun 1693 tetapi ide awalnya berasal dari Carel Reyniersz.
Pada awal tahun 1653 Heeren XVII mengeluarkan surat keputusan untuk memberhentikan Reyniersz, tidak jelas latar belakang apa yang membuat Heeren tidak menyukai kepemimpinan Reyniersz, yang jelas alasan resmi Heeren memberhentikan beliau adalah karena kepemimpinannya tidak cakap. Dalam catatan sejarah, surat tersebut tidak jadi dikirimkan, karena Reyniersz sendiri yang meminta pengunduran diri, dan Heeren XVII menyetujui pengunduran diri Reyniersz dengan alasan kesehatan. Dan keputusan ini yang akhirnya dikeluarkan. Reyniersz sendiri tidak sempat menerima surat keputusan ini karena keburu meninggal dunia pada tanggal malam tanggal 18 atau 19 Mei 1653. Reyniersz dimakamkan di Hollandsche Kerk dan penggantinya adalah Direktur Jenderal Joan Maetsuycker.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?